Kamis, 22 Desember 2011

Masyarakat Berbudaya Melalui Media

Indonesia adalah Negara yang terdiri dari berbagai macam suku, adat-istiadat, budaya, agama, kepercayaan, dan segala unsur yang terkandung di dalamnya. Terbentang dari Sabang hingga Marauke, Indonesia menyimpan berbagai keberagaman budaya yang menjadikan bangsa kita ini begitu unik dan sebagai branding bahwa bangsa kita adalah bangsa yang menjadi satu kesatuan dengan latar belakang budaya yang sangatlah mencolok perbedaannya, antara satu dengan yang lainnya. Indonesia saat ini terdiri dari 33 provinsi. Tersebar di 5 pulau dan 2 kepulauan yang ada di Indonesia, bangsa kita kaya akan keberagaman suku, adat-istiadat, budaya, agama, dan berbagai kepercayaan.
            Berbagai macam unsur budaya yang dimiliki Indonesia mulai dari pakaian tradisional, permainan tradisional, senjata dan alat perang, naskah kuno dan prasasti, tarian, ornament, motif kain, alat musik, cerita rakyat, musik dan lagu tradisional, makanan dan minuman, ritual, seni pertunjukan, dan bahkan produk arsitektur menjadi unsur budaya bangsa Indonesia. Begitu luasnya Indonesia terkadang membuat kita bertanya kembali seperti apakah kebudayaan saudara kita di seberang sana. Seperti apa adat istiadat terapkan disana dan seperti apakah budaya yang mereka miliki.
            Beberapa saat yang lalu muncul pemberitaan dan cukup ramai di media massa yaitu adalah ketika salah satu negara tetangga kita secara tidak langsung mencuri kebudayaan dan dijadikan alat untuk mempromosikan negaranya. Banyak sekali kecaman yang ditujukan kepada negara tersebut terkait dengan hal itu. Masyarakat berdemo, mencaci maki negara tersebut melalui media online dan tidak sedikit yang membanjiri negara tersebut dengan kata-kata yang tidak seharusnya dikatakan oleh kita, negara yang terkenal ramah dan menyanjung tinggi adat istiadat. Batik, angklung, Reog Ponorogo adalah beberapa contoh budaya yang hampir direbut oleh negara tetangga kita tersebut. Namun dengan usaha yang cukup protect dari pemerintah Indonesia maka hal tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

            Kini yang menjadi pertanyaan besar adalah siapakah yang salah dibalik kejadian ini? Negara tetangga kita tersebut yang semena-mena atau pemerintah dan kita sendiri yang kurang aware dan cinta kepada kebudayaan sendiri? Hal seperti ini tidak akan terjadi apabila pemerintah dan kita sebagai penduduk yang ada didalamnya peduli terhadap kebudayaan sekitar. Kini banyak masyarakat yang mengaku cinta Indonesia setelah terjadinya insiden terkait dengan budaya Indonesia beberapa saat yang lalu. Namun apa hakikat kata cinta itu sendiri? Apakah hanya kata-kata lalu dipertunjukan kepada orang lain? Jawabannya adalah TIDAK. Ketika sesorang mengatakan cinta maka secara tidak langsung orang tersebut harus mengetahui seluk beluk objek yang dicintainya. Kita mengaku cinta namun belum tentu kita bisa mengetahui budaya-budaya Indonesia. Terlebih-lebih budaya Indonesia, mungkin saja kita adalah salah satu penduduk yang buta terhadap kebudayaan daerah sendiri.
            Hal ini merupakan hal yang sangat amat memprihatinkan mengingat banyak masyarakat kita yang telah melakukan cross culture atau bisa dikatakan telah beralih kepada budaya luar. Walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada budaya luar yang memberikan dampak positif terhadap Indonesia namun yang harus menjadi catatan adalah “PEDULILAH TERHADAP KEBUDAYAAN BANGSA SENDIRI TERLEBIH DAHULU”. Inilah yang terkadang dilupakan oleh masyarakat kita, inilah yang terkadang dianggap sepele oleh masyarakat kita.
            Tentu kejadian ini menjadi PR bagi pemerintah dan kita untuk mempertahankan budaya Indonesia yang beragam ini. Tentunya peran yang paling dapat berpengaruh yaitu pemerintah yang harus dapat menjadi fasilitator masyarakat guna menciptakan masyarakat yang berbudaya. Inilah yang akan menjadi fondasi yang paling mendasar untuk membentengi budaya Indonesia. Yaitu menciptakan masyarakat Indonesia yang berpengetahuan budaya.
            Dalam tulisan ini pula saya akan memberikan masukan kepada pemerintah bahwasanya media cetak terutama koran merupakan salah satu fasilitas guna menciptakan masyarakat yang berbudaya. Kita ambil contoh terdekat saja adalah salah satu media cetak harian yang terkenal di pulau Jawa yaitu Jawa Pos. Setiap hari Jawa Pos mencetak hingga 15.000 eksemplar dan dapat kita bayangkan setiap harinya 15.000 orang atau bisa lebih dari itu membaca koran.
            Didalam media cetak atau koran terdapat banyak sekali keberagaman berita yang disajikan mulai dari politik, ekonomi, olahraga, pendidikan, advertising, kesehatan, biografi, life style, dan masih banyak yang lainnya. Namun mengapa dalam koran tersebut yang menjadi salah satu alat penyampai media efektif tersebut tidak menampilkan RUBRIK NUSANTARA sedikitpun yang menjelaskan tentang keberagaman budaya kita? Sangat disayangkan mengingat tingkat minat membaca masyarakat Indonesia terhadapat koran masihlah stabil. Setiap hari dengan RUBRIK NUSANTARA yang baru akan memberikan udara segar kepada para pembaca dan membuat pembaca akan terus penasaran dengan RUBRIK NUSANTARA di hari berikutnya. Namun disayangkan, tidak sedikitpun space yang nampak di media cetak terkait dengan pengetahuan budaya kita. Disinilah peran pemerintah untuk dapat mengatur media agar bisa menjadi salah satu fasilitasnya. RUBRIK NUSANTARA ini tidak akan memakan banyak space mengingat RUBRIK NUSANTARA ini hanyalah sekedar penajalasan secara singkat dan padat mengenai budaya yang dimaksud. Dan RUBRIK NUSANTARA ini sebaiknya diletakan pada halaman pertama media cetak atau koran yang bersangkutan. Contohnya saja : Tari Cemeti - Tari pecot (pecut, cemeti) yang berasal dari Madura Jawa Timur ini biasanya dilakukan pada saat acara perlombaan sapi dan dilakukan oleh beberapa gadis Mereka mengitari pasangan sapi yang akan berlomba, mengibas-ngibaskan selendang warna-warni yang tersampir di pundak. (dengan disertai dengan gambar atau visualnya).
            Bayangkan saja betapa beragam dan banyaknya budaya yang kita punya, mulai dari pakaian tradisional, permainan tradisional, senjata dan alat perang, naskah kuno dan prasasti, tarian, ornament, motif kain, alat musik, cerita rakyat, musik dan lagu tradisional, makanan dan minuman, ritual, seni pertunjukan, dan bahkan produk arsitektur menjadi unsur budaya bangsa Indonesia. Budaya-Indonesia.org adalah salah satu website mengenai budaya-budaya Indonesia namun sayangnya belum banyak orang yang mau mengunjungi website ini. Pada faktanya jejaring sosial yang menjadi tempat nomor 1 bagi para pengguna intenet di Indonesia ini.
Dengan beragamnya budaya inilah, perlu manajemen yang harus diterapkan. Tujuannya adalah mengatur beberapa elemen budaya kita untuk ditampilkan di  media cetak atau koran secara bergantian dan teratur .


MANAJEMEN RUBRIK NUSANTARA

1.
Senin
Pakaian Tradisional
2.
Selasa
Tarian
3.
Rabu
Makanan dan Minuman
4.
Kamis
Alat Musik
5.
Jumat
Produk Arsitektur
6.
Sabtu
Senjata dan Alat Perang
7.
Minggu
Tata Cara Pengobatan Tradisional

            Dengan adanya RUBRIK NUSANTARA di setiap media cetak seperti koran diharapkan pengetahuan masyarakat akan semakin bertambah mengenai budaya Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar